WAKTU YANG TERSEMBUNYI ADALAH WAKTU TUHAN BERTINDAK
Habakuk 1 : 1 – 4
Pembacaan Alkitab kita hari ini terambil dari Kitab Habakuk. Nama Habakuk mempunyai arti “orang yang memeluk”. Habakuk adalah seorang nabi yang memeluk penderitaan bangsanya yaitu Israel. Bangsa Israel mengalami penindasan dan ketidakadilan oleh Bangsa Babel. Sebagai seorang nabi, Habakuk menerima perkataan dari Tuhan melalui penglihatan seperti dikatakan dalam Habakuk 1 : 1.
Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, ayat dua dan ayat tiga menunjukkan keresahan hati Nabi Habakuk. Saat Israel mengalami penindasan dan ketidakadilan oleh Bangsa Babel, Nabi Habakuk menjerit minta pertolongan Tuhan. Dalam ayat dua, Nabi Habakuk bertanya kepada Tuhan. Mengapa Tuhan diam saja mendengar jeritan hati Nabi Habakuk? Mengapa Tuhan diam saja melihat penindasan terjadi? Dalam ayat tiga, Nabi Habakuk masih bertanya kepada Tuhan. Nabi Habakuk tidak tahan melihat kejahatan terus terjadi, tidak hanya kejahatan yang dilakukan oleh Bangsa Babel kepada orang Israel. Tapi juga, kejahatan di antara sesama orang Israel. Orang-orang Israel saling berbantah dan bertikai satu sama lain sehingga tidak ada perdamaian. Tiap-tiap orang berpikir dirinya benar dan tidak menyadari bahwa hanya Tuhanlah yang paling benar. Keinginan untuk menang dan benar sendiri membawa Israel dalam kehancuran.
Apakah yang terjadi saat masing-masing orang ingin menjadi yang paling benar? Yang terjadi adalah tidak adanya hukum dan keadilan. Hukum hanya jadi alat untuk menindas dan keadilan hanya jadi mimpi di siang bolong. Inilah yang terjadi di depan mata Habakuk. Namun, ada satu hal yang Nabi Habakuk tidak ketahui. Ada satu hal yang tidak diketahui oleh umat manusia. Satu hal itu adalah waktu Tuhan bertindak. Saat Tuhan bertindak, maka kekacauan dan kejahatan akan mendapatkan balasan. Saat Tuhan bertindak, maka para pelaku ketidakadilan dan mereka yang senang melakukan penindasan akan mendapat ganjaran.
Pada
hari sabtu, tanggal 31 Oktober 2026 kemarin, kita merayakan Hari Ulang Tahun
GPIB Ke 78. Dalam Ibadah Hari Minggu ini, kita kembali diingatkan lewat Firman
Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Habakuk. Pertama, sebagai
orang-orang yang beriman, hidup kita tidak lepas dari penderitaan. Dalam
penderitaan yang kita rasakan dan alami, tidak jarang iman kita menjadi rapuh
dan tidak kuat. Dalam penderitaan yang kita pikul, tidak jarang iman kita bertanya-tanya
apakah benar Tuhan itu ada? Atau apakah benar Tuhan itu sungguh-sungguh peduli
dengan kita? Namun, ingatlah baik-baik bahwa Tuhan itu Mahahadir dan Mahatahu.
Tuhan melihat semua niat hati dan perbuatan yang jahat. Tuhan ada di
tengah-tengah kita dan turut merasakan ketidakadilan yang terjadi di
tengah-tengah manusia sebagaimana Tuhan Yesus menderita dan sengsara hingga
mati di kayu salib. Namun, jangan lupa bahwa Tuhan Yesus juga bangkit dan
menunjukkan kemuliaan-Nya. Tuhan akan menentukan Waktu-Nya untuk bertindak
membalas setiap ketidakadilan dan kejahatan.
kedua, Firman Tuhan hari ini mau mengingatkan kita bahwa sebagaimana Nabi Habakuk adalah alat di Tangan Tuhan untuk menyatakan keadilan dan kebenaran, maka Tuhan juga dapat memakai kita yaitu anggota-anggota jemaat GPIB Immanuel Serangkang untuk menjadi alat di Tangan Tuhan. Melalui kehidupan kita tiap-tiap hari, Tuhan bersuara dalam hati nurani kita saat kita melihat adanya ketidakadilan, adanya korupsi, adanya kesalahan, adanya kebohongan dan tindakan-tindakan jahat lainnya. Janganlah kita diam dan takut, tetapi marilah kita menjadi orang-orang beriman yang berani menyatakan kebenaran dan keadilan. Roh Tuhan yang kudus selalu mendorong hati kita untuk berani menunjukkan keadilan. Roh Tuhan juga yang selalu menguatkan hati kita untuk bertindak menyatakan kebenaran.
Kiranya Firman Tuhan hari ini menguatkan dan membuat kita menjadi anggota-anggota jemaat GPIB yang berani menyatakan kebenaran dan keadilan supaya kasih dan perdamaian yang Tuhan Yesus ajarkan dapat dirasakan setiap orang. Selamat Ulangtahun ke 78 untuk GPIB. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Comments
Post a Comment